Penculikan Anak

Tiga Anak SD Nyaris jadi Korban
Orangtua murid SD di Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun resah setelah putra-putri mereka mengaku nyaris diculik. Para penculik beraksi ketika anak-anak itu pulang sekolah. Sedikitnya tiga anak nyaris menjadi korban penculikan.

Beberapa orangtua murid menjemput anaknya sepulang sekolah di salah satu SD di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, Rabu (6/4). Mereka memutuskan menjemput anak-anak setelah mendengar percobaan penculikan anak di Parapat.
“Para penculik sudah gentayangan di Parapat, harus disikat!” tukas Op Aron Sidabutar, Rabu (6/4) yang cucunya nyaris diculik, beberapa minggu lalu.
Warga Kelurahan Tigaraja ini menirukan apa yang disampaikan cucunya yang masih kelas 5 SD, A br S (11). “Oppung (kakek, red), tadi aku diminta naik ke mobil. Karena tak kenal, aku tidak mau. Aku langsung lari balik ke lapangan sekolah. Kukasih tahu sama guru kami,” kata A br S. Op Aron pun berharap polisi bergerak cepat agar tidak ada korban.

Hal senada disampaikan guru SD di Simpang Niagara Hotel Parapat. Katanya, salah seorang murid mereka, Geb (9) juga nyaris diculik. “Kata murid kita, penculiknya naik kereta dan pakai helm hitam. Si penculik menyuruh anak yang lain memanggil Geb. Katanya ibunya sakit. Kejadiannya saat jam pulang sekolah,” kata guru tersebut.

Setelah dipanggil teman-temannya, Geb menemui pria itu. Namun Geb tidak langsung menuruti keinginannya. Menurut Geb, dia tidak mengenal lelaki yang mengenakan helm dan bertubuh besar itu. Geb menolak, dan sambil berlari ke arah sekolah ia berteriak, “Nggak…! Penculiiiiiiiiik…..!”
Mendengar teriakan Geb, guru-guru berhamburan dan keluar halaman sekolah. Namun rupanya pria yang diduga penculik itu sudah meninggalkan lokasi. Geb terlihat pucat dan menangis. Oleh guru-gurunya, ia diantarkan pulang.
“Kami jadinya semakin waswas dan waspada. Namun karena saat anak-anak pulang, kami harus melanjutkan mata pelajaran bagi kakak kelasnya. Untuk itu, orangtua murid kami harapkan dapat bekerja sama mengawasi anak-anak kita. Kasihan kalau sempat jadi korban, seperti di daerah-daerah lain,” terangnya.
Informasi dihimpun, kondisi seperti ini sudah mulai terjadi sejak sekira dua bulan lalu. Hanya saja, para orangtua enggan melapor ke polisi, termasuk para guru.
“(Lapor) sama polisi kan perlu bukti. Padahal kalau anak kita dihadapkan ke kantor polisi, takutnya psikologi anak terganggu. Apalagi kalau kita dijadikan saksi, repotlah…! Jadi sejak kejadian itu, saya terpaksa menunggui anak saya pulang sekolah. Akibatnya kita terlambat ke ladang,” kata K Sinaga, yang mengaku anaknya juga nyaris menjadi korban penculikan bulan lalu.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Simalungun Albert Sinaga melalui SMS mengatakan, “Sudah mengklarifikasi persoalan dimaksud kepada kepala sekolah bersangkutan, tempat si Geb bersekolah. Benar yang bapak sampaikan, sekaitan dengan adanya orang yang memanggil Geb melalui temannya, beruntung Geb pintar. Karena tidak kenal sama orang yang memanggilnya, Geb pun lari ketakutan sambil menangis. Dan setelah itu si penunggunya pun melarikan diri. Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Nababan dari Polsek Parapat. Hingga saat ini kami belum mengetahui motif pelaku. Namun mudah-mudahan aparat Polsek kita dapat membekuknya. Perihal perlu tidaknya Satpam di sekolah yang dianggap rawan, akan kita sampaikan ke UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan untuk menindaklanjutinya.”

Kapolres Simalungun AKBP Marzuki yang tidak lama lagi menjabat Kapolres Asahan, melalui telepon selulernya kepada METRO mengatakan sudah memerintahkan jajaran Polsek Parapat agar tetap memantau dan memberikan kenyamanan di sejumlah sekolah yang dianggap rawan. Kepada para kepala sekolah dan guru-guru agar tetap memantau anak didiknya.
“Kita akan tetap berkoordinasi dengan pihak sekolah agar sama-sama melakukan pengawasan di lingkungan masing-masing, dan diharapkan kepada orangtua murid untuk tetap waspada. Kami akan memberikan pelayanan yang baik,” sebutnya.
Sementara Kapolsek Parapat AKP Tarzan Gultom didampingi para kanitnya, Benton Tambunan dan Marsikkat Nababan mengucapkan terima kasih atas informasi terkait dugaan percobaan penculikan.“Kami sudah bergerak sekaligus menyebar pasukan kita,” katanya.

Sedangkan Camat Girsang Sipangan Bolon, Eka Hendra, mengatakan pihaknya akan bersinergi untuk mengantisipasi dugaan percobaan penculikan.
“Apalagi kawasan kita adalah daerah tujuan wisata. Jangan gara-gara kejadian seperti percobaan penculikan ini, kawasan kita terancam. Maka dengan demikian kami akan sesegera mungkin melakukan koordinasi dengan Muspika, tokoh masyarakat, termasuk pemuda setempat,” terangnya.

Incoming search terms:

Rate this article!
Penculikan Anak,0 / 5 ( 0votes )